Dingin malam baru kurasa lagi, kini ia mengisi kembali
kekosongan pikiranku yang telah lama mengusik hari-hariku. Malam adalah waktu
terbaik yang indah untuk merenung, karena menurutku malam itu memberi
kedamaian dan menjauhkanku dari bisingnya hiruk pikuk kehidupan.
Demi malam ini aku sampaikan kebahagiaan rasa yang telah
lama hilang dalam diriku, meski aku tak punya apa-apa tapi kebahagiaan yang
sempurna tak memerlukan itu.
Nah tepat sekali waktu ini untuk aku bercerita tentang
kerasnya hidup selepas lulus kuliah. Aku katakan begitu sebab kenyataan yang
terjadi padaku seperti itu dan mungkin untuk para alumni yang senasib denganku.
Beban yang seharusnya berkurang berbanding terbalik karena paska sarjana semua
pikiran dan insting tertuju untuk membahagiakan orang tua segera, namun realita
tidak mendukung semua harapan dan doa-doa itu.
Setiap tahun negara meluluskan ribuan sarjana dari berbagai
background pendidikan yang berbeda-beda. Namun tidak setiap tahun perusahaan
membutuhkan pekerja yang jumlahnya sebanding dengan fresh graduate. Apa yang
terjadi? Meledaklah tingkat pengangguran yang hampir separuhnya adalah lulusan
perguruan tinggi.
Kenapa sarjana yang harus menganggur? Karena perusahaan di
negeri ini masih menyerap tenaga kerja dengan keahlian khusus bukan kematangan
teori. Inilah salah satu faktor fresh graduate menderita. Contohnya saya sendiri.
Kisah saya paska sarjana adalah hunting pekerjaan hampir ke
100 perusahaan baik nasional maupun internasional. Beberapa kali melakukan
interview dan hasilnya mereka kurang tertarik dengan fresh graduate yang masih
minim pengalaman. Tidak hanya satu
perusahaan yang mengatakan statement serupa namun mayoritas seperti itu.
Demi malam yang sunyi ini, aku berkata padamu lantas
bagaimana dengan nasib aku dan kawan-kawan yang mengencam pendidikan tinggi
namun tak sebanding lurus dengan ekpektasi? Menjadi momok yang menakutkan
setelah wisuda pekerjaan tak kunjung dapat.
Ini masih terjadi padaku, sampai aku berceloteh dalam hati
kecilku bahwa aku sangat putus asa dengan keadaan yang tak sesuai dengan apa
yang aku pikirkan. Beban tersendiri
menjadi sarjana yaitu membawa gelar tak berisi. Dari kisahku di atas apa
pelajaran penting yang perlu kita petik?
Aku beropini bahwa yang membuat kita sukses itu bukan
pendidikan melainkan ilmu pengetahuan. Sebab itu ketika menjadi siswa atau
mahasiswa tak perlu lah meraih gelar tetapi raihlah ilmu karena itu yang
dibutuhkan untuk kehidupan di masyarakat.
Selamat malam semoga tulisan ini bermanfaat
Ema Rosdiana