Jika kita pikir hidup bersama lebih kuat maka hal itu sangat salah menurutku. Aku akan menjadi lemah dan manja bila orang-orang menyayangiku dan memperhatikanku, sebab kasih sayang mereka dapat meluluhkanku untuk tidak mau melakukan apapun. Aku lebih suka sendiri, sendiri adalah sumber kekuatanku untuk terus bertahan sampai saat ini, dimana aku mengeluhpun tidak ada yang tau. kesendirian itulah yang akan memberrikan kita energi keberanian untuk menantang dunia.
Aku melangkah sendiri dengan mengambil jalan yang amat sulit, karena rintangan hidup menghalangi setiap langkah kakiku untuk menerobos gerbang kesuksesan. Aku pun tidak mengerti kesuksesan yang sebenarnya itu seperti apa?
Sukses itu adalah kata yang mudah untuk diucpkn tapi sulit diwujudkan. Betapa tidak berulang kali aku ucapkan kata sukses tetapi diriku masih seperti ini, tak ada sesuatu yang berubah dariku.
Oke aku akan memberikan kunci untuk kesuksesan itu sendiri adalah berani untuk hidup sendiri. Dengan arti sempit sukses itu kita sendiri yang mengendalikannya, walaupun aku tidak sukses seperti orang-orang hebat tapi aku meyakini diriku sendiri bahwa sukses sudah menjdi miliku saat aku mampu membuat orang-orang di sekitarku bahagia dengan kehadiranku.
Wednesday, June 25, 2014
Wednesday, June 18, 2014
SAHABATKU
Ketika air mata berderai membasahi dunia, engkau masih rela untuk menghapusnya.
Saat aku lumpuh menghadapi dunia, engkau datang untuk menuntunku.
Penglihatanku gelap tak dapat melihat apapun tapi engkau datang sebagai cahaya.
Bolehkah aku berkata?
Sahabat engkau sangat luar biasa bagiku, sosokmu yang selalu kuharapkan nanti disaat aku pergi.
Andai engkau tau betapa aku menginginkanmu bahagia disetiap detik kita bersama.
Tapi... apakah engkau merasakan hal yang sama denganku?
Aku ingin bertanya? apakah aku sahabatmu?
Apakah aku selalu membuatmu bahagia atau sebaliknya?
Ataukah aku musuhmu?
Maaf aku bertanya hal bodoh yang tidak seharusnya aku tanyakan...sudihkah engkau memaafkan/
Selidikilah hatiku sahabat, karena aku selalu terlihat bodoh di matamu?
Lihatlah aku disini yang tidak berani mengeluarkan nada tinggi saat aku berbica denganmu, karena aku takut engkau terluka sepertiku.
Maafkan aku salah telah memilihmu untuk jadi yang terbaik, Tapi hari ini aku marah pada diriku sendiri karena membencimu.
Aku benci saat engkau meninggikan nada suaramu saat menasehatiku, aku terluka dengan kata-katamu yang tanpa kau sadari telah menghancurkan perasaanku.
Apakah ini salahku?
Coba kau ingat kembali berapa kali aku membentakmu?
Apakah engkau tak sadar aku selalu menjaga lidahku, agar aku tidak melukaimu..
Maafkan aku telah menjadi sahabat bodohmu?
Saat aku lumpuh menghadapi dunia, engkau datang untuk menuntunku.
Penglihatanku gelap tak dapat melihat apapun tapi engkau datang sebagai cahaya.
Bolehkah aku berkata?
Sahabat engkau sangat luar biasa bagiku, sosokmu yang selalu kuharapkan nanti disaat aku pergi.
Andai engkau tau betapa aku menginginkanmu bahagia disetiap detik kita bersama.
Tapi... apakah engkau merasakan hal yang sama denganku?
Aku ingin bertanya? apakah aku sahabatmu?
Apakah aku selalu membuatmu bahagia atau sebaliknya?
Ataukah aku musuhmu?
Maaf aku bertanya hal bodoh yang tidak seharusnya aku tanyakan...sudihkah engkau memaafkan/
Selidikilah hatiku sahabat, karena aku selalu terlihat bodoh di matamu?
Lihatlah aku disini yang tidak berani mengeluarkan nada tinggi saat aku berbica denganmu, karena aku takut engkau terluka sepertiku.
Maafkan aku salah telah memilihmu untuk jadi yang terbaik, Tapi hari ini aku marah pada diriku sendiri karena membencimu.
Aku benci saat engkau meninggikan nada suaramu saat menasehatiku, aku terluka dengan kata-katamu yang tanpa kau sadari telah menghancurkan perasaanku.
Apakah ini salahku?
Coba kau ingat kembali berapa kali aku membentakmu?
Apakah engkau tak sadar aku selalu menjaga lidahku, agar aku tidak melukaimu..
Maafkan aku telah menjadi sahabat bodohmu?
Subscribe to:
Posts (Atom)