Malam ini
begitu hampa dan kering semua masa lalu terbayang kembali dalam benakku, saat
ibu memeluk erat tubuhku dengan ciuman terakhirnya tepat dikeningku.Saat
ini rasa itu hadir kembali menyapa ragaku , hal itu memaksaku untuk meneteskan
air mata yang sengaja ku bendung agar ibu tak tahu masalah apapun tentangku.
Aku takut jika ia melihat ku tak berdaya menghadapi rintangan hidup ini aku tak
mau ibu menangis di surga karena aku lemah menantang sulitnya takdir hidup.
Wednesday, April 23, 2014
Tuesday, April 22, 2014
Rasa itu hanya miliku
Air mata menetes seiring dengan berjalannya kisah cinta yang ku jalani, kadang ku temukan hal terindah namun tak abadi dan begitu banyak kenangan pahit menertawakan langkah dan perjuanganku menuntut kasih sayang dari khayalan terindahku.
sampai saat aku lumpuh di butakan oleh cinta yang menurutku adalah hal terbodoh dalam hidup ini, cinta bukan keabadian tapi penghancur segalanya. Aku berkata seperti itu sebab semuanya bagaikan angin yang melintas beberapa saat dalam perjalanan hidupku, kisah cinta yang kandas tanpa sebab dan datang kembali dengan seribu alasan hina.
Mencoba bertahan dari rasa sakit dan penyesalan sebab telah mengenal sosok pangeran impian tapi tercipta bukan untukku, walau perih ku rasakan perasaan yang mendalam padanya tetap ku jalani hari-hari dengan senyuman menjemukan. Ku nyanyika beberapa syair cinta untuknya tapi respon yang ku dapat hanya sebatas pujian bodoh dan tak merasakan betapa aku menyimpan satu rasa yang tak berasa,tak berwujud namun berwarna saat ku sampaikan lewat sebuah perjuangan.
sampai saat aku lumpuh di butakan oleh cinta yang menurutku adalah hal terbodoh dalam hidup ini, cinta bukan keabadian tapi penghancur segalanya. Aku berkata seperti itu sebab semuanya bagaikan angin yang melintas beberapa saat dalam perjalanan hidupku, kisah cinta yang kandas tanpa sebab dan datang kembali dengan seribu alasan hina.
Mencoba bertahan dari rasa sakit dan penyesalan sebab telah mengenal sosok pangeran impian tapi tercipta bukan untukku, walau perih ku rasakan perasaan yang mendalam padanya tetap ku jalani hari-hari dengan senyuman menjemukan. Ku nyanyika beberapa syair cinta untuknya tapi respon yang ku dapat hanya sebatas pujian bodoh dan tak merasakan betapa aku menyimpan satu rasa yang tak berasa,tak berwujud namun berwarna saat ku sampaikan lewat sebuah perjuangan.
Subscribe to:
Posts (Atom)