Air mata menetes seiring dengan berjalannya kisah cinta yang ku jalani, kadang ku temukan hal terindah namun tak abadi dan begitu banyak kenangan pahit menertawakan langkah dan perjuanganku menuntut kasih sayang dari khayalan terindahku.
sampai saat aku lumpuh di butakan oleh cinta yang menurutku adalah hal terbodoh dalam hidup ini, cinta bukan keabadian tapi penghancur segalanya. Aku berkata seperti itu sebab semuanya bagaikan angin yang melintas beberapa saat dalam perjalanan hidupku, kisah cinta yang kandas tanpa sebab dan datang kembali dengan seribu alasan hina.
Mencoba bertahan dari rasa sakit dan penyesalan sebab telah mengenal sosok pangeran impian tapi tercipta bukan untukku, walau perih ku rasakan perasaan yang mendalam padanya tetap ku jalani hari-hari dengan senyuman menjemukan. Ku nyanyika beberapa syair cinta untuknya tapi respon yang ku dapat hanya sebatas pujian bodoh dan tak merasakan betapa aku menyimpan satu rasa yang tak berasa,tak berwujud namun berwarna saat ku sampaikan lewat sebuah perjuangan.
No comments:
Post a Comment